Antara Karawang-Bekasi-Depok... Ini bukan judul puisi, tapi cuma catatan kecil about my journey to Karawang hari Ahad kemarin.
Awalnya sempet ragu juga mau pergi, karena ortu bilang terlalu jauh, belum pernah kesana, and...bla... (wow..semarang ratusan kilometer lebih jauh daripada Karawang and I have been there for 4 years)
Setelah mengurus perijinan, akomodasi, persiapan fisik dan mental (lho...), dsb..dsb.. finally aku merencanakan akan berangkat Ahad siang dari Depok. Ini bukan perjalanan dinas, juga bukan buat having fun, tapi buat berjuang demi masa depan (ho...so sweet...).
Unfortunately, beberapa jam sebelum berangkat, datang berita duka tentang meninggalnya seorang keluarga dari rekan sekantor (tapi bukan berita Pak Harto yang meninggal, cuma kebetulan waktunya sama). Akhirnya aku harus pergi Takziyah (baca red : melayat) ke Bekasi, untungnya ada tebengan, with my auntie, she driving her car...
Time to Plan B, aku akan berangkat menuju Karawang dari Bekasi. Tapi sayangnya lagi - meski lahir disana dan udah sering banget kesana - aku ga tau daerah Bekasi. Darimana harus naek bis menuju Karawang (oh okey...aku tau dari terminal, tapi aku ga tau dimana terminal bekasi...) dan tanteku yang mengemudikan mobil juga ga tau daerah bekasi (bahkan kami harus tanya sana-sini untuk menemukan rumah rekan sekantor saya itu). So, daripada nyasar (maksudnya bikin orang nyasar, coz aku ga mau bikin tanteku pusing gara2 nyasar), akhirnya aku putusin buat naek bis Karawang dari Terminal Kampung Rambutan, padahal dari bekasi udah tinggal selangkah lagi ke Karawang :(
Begitulah akhirnya aku nyampe di Karawang malem hari, dengan jantung berdebar-debar, dimana aku harus turun dari bis, karena temanku yang bersedia menyediakan akomodasi gratis di kosnya bilang kalo aku harus berhenti di Mega Mal, the problem is..di Karawang mana-kah Mega Mal itu...? Untung disebelahku duduk seorang yang baik hati, menunjukkan dimana Mega Mal (walopun dia sempet kebingungan, emangnya di Karawang ada Mega Mal?? nah lho...)
Sampai di Mega Mal, temenku yang juga sangat baik hati sudah siap dengan motornya (padahal malem itu hujan lumayan deras) Thanks to Allah, menganugerahkanku seorang teman seperti dia.
Singkat cerita (kepanjangan kalo cerita apa yang terjadi di Karawang, mungkin next time...).
Senin sore aku harus kembali ke Depok, aku ga mau kemaleman karena besoknya harus berangkat kerja pagi-pagi, padahal kota Karawang, Bekasi dan Depok jam segitu adalah waktunya untuk Traffic Jam. Belum lagi tanya sana-tanya sini karena ga tau daerah Karawang.
And so lucky me... seorang kenalan baru (yang bersama-sama telah melalui interview mendebarkan di Karawang) rumahnya di Depok juga, dan dia bawa mobil sendiri, akhirnya nebeng deh sampe depok.
Ga ada yang penting sih dari cerita singkat ini (singkat...??!!). But for me...ini sebuah petualangan yang luar biasa, karena setiap hal dalam hidupku, adalah luar biasa... ^_^
ditulis diah pada 12:21 AM